Hebat, Meski Tinggal Pengganti Penjara Tempur Semarang Bisa Menghasilkan Kerajinan

747.jpg

Hebat, Meski Tinggal Pengganti Penjara Tempur Semarang Bisa Menghasilkan Kerajinan

“Saya tidak percaya bahwa mereka dapat menghasilkan produk yang saya percaya bahwa kualitasnya tidak jauh di belakang dengan barang yang sebanding, bahkan
lebih baik, mereka dapat secara kreatif membuat bermacam-macam barang dagangan, “katanya.” Kami memiliki Galeri Semarang untuk semua UKM di Kota Tua
Semarang, saya akan mencocokkan dengan Koperasi dan Usaha Mikro untuk mendorong dalam pengemasan produk, produk harus
dikemas sedemikian rupa untuk menarik pembeli, “katanya. Kehidupan di penjara tidak menghalangi puluhan pelanggar perempuan atau tahanan penjara (WBP)
Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Bulu Semarang, kreatif. Mereka menuangkan orisinalitas selama lokakarya kreatif yang siap oleh penjara. “Saya berharap untuk
dapat remisi dan keluar dari sini cepat dan kemudian berwirausaha dengan semua keahlian yang saya dapatkan di sini, “terangnya
wanita yang ditangkap dalam kasus narkoba. Wakil Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu menyempatkan hadiah ke bengkel kreatif. Aku ta,
Ucapan akrab Hevearita mengaku kagum dengan orisinalitas warga yang diincar. Biaya dari komunitas yang ditargetkan
produk berfluktuasi dari Rp 6 juta hingga puluhan ribu ribu. “Goodie bag hanya Rp 6 juta, dompetnya akan menjadi Rp
80 ribu. Jika sajadah bisa Rp 210 juta, “kata Mawar. Tidak hanya membuat sendiri, beberapa fungsi pakaian batik
juga ditampung desainer batik Indonesia terkenal yang menjadi kerajinan bernilai jual tertinggi. “Barang dagangan batik kami bisa dijual
sekitar Rp 800 juta, “katanya.” Agar warga yang ditargetkan untuk mengasah kreativitas mereka, mereka harus terus berkreasi,
oleh karena itu kami berharap dapat membantu promosi produk dari individu yang dibantu, “katanya. Ita akan berusaha untuk membantu
mempromosikan barang-barang dari warga negara mereka yang dibantu. Namun, perlu pengemasan yang baik. Mawar, disebut demikian, tampak sibuk menjahit untuk menyelesaikan doa
karpet anak-anak. “Tidak semuanya membuat sajadah, jadi ada yang membuat bantal, kantong, tas, boneka, dan batik,” katanya, Jumat
(21/4). Tidak hanya itu, Ita bahkan akan berencana untuk membawa barang dagangan wajib pajak ke Belanda, 25 Mei mendatang. “Aku berencana
kunjungi Belanda dan saya ingin sekali menarik beberapa contoh produk yang akan dirilis ke masing-masing promosi, “katanya.
Kepala Kelas II A, Bulu Semarang, Rosnaida mengatakan sebagian besar barang warga yang ditargetkan ini dibeli oleh penjara
pengunjung. Selanjutnya, ada juga toko keliling lapangan Kota Tua Semarang. Mawar bersyukur mendapatkan pelatihan untuk menghasilkan
kerajinan tangan dari sisi penjara. Dia berharap ketika nanti dari penjara, kemampuan menjahit bisa menjadi modal untuk berwirausaha.Baca juga: map raport

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s